Taman Belajar Organik Diminta Jadi Wadah Pembelajaran Agrobisnis di Pati
Lismanto
Rabu, 27 Juli 2016 09:10:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Karena itu, TBO diharapkan bisa menjadi perekat komunitas yang akan menciptakan produk-produk pertanian, perkebunan, hingga perikanan berbasis organik. Selain mengampanyekan proses produksi yang sehat karena bebas pestisida, TBO mesti bisa melahirkan pengusaha-pengusaha yang mandiri.
"Untuk menjadi pengusaha memang susah. Butuh perjuangan dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Saya juga mengalami hal itu ketika kesulitan merintis tambak di dekat rumah di Desa Raci, Batangan. Namun, setelah beberapa tahun berjuang, hasilnya di luar dugaan," ucap Haryanto.
Berkaca dari itu, TBO benar-benar diharapkan menjadi salah satu pioner di bidang agrobisnis dan pengolahan limbah dengan konsep pemberdayaan anggota. Dengan begitu, para pemuda bisa bekerja sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya.
"Pemuda harus bangga jadi orang desa. Dari segala sumber kekayaan alam yang ada di desa, seorang pemuda bisa mengembangkannya menjadi produk berdaya saing tinggi. Di situlah kemandirian akan tercipta dan warga Pati siap bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," tandasnya.
"Pemuda harus bangga jadi orang desa. Dari segala sumber kekayaan alam yang ada di desa, seorang pemuda bisa mengembangkannya menjadi produk berdaya saing tinggi. Di situlah kemandirian akan tercipta dan warga Pati siap bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," tandasnya.
Editor : Kholistiono



